Link-link yang dapat Membantu

Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 19 Juni 2013

RAHASIA DI BALIK PUASA (Enegi Bertahan yang Dahsyat)



RAHASIA DI BALIK PUASA
(Enegi Bertahan yang Dahsyat)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-(Baqarah/2:183)
Setiap perintah dalam syari’at Islam pasti bernilai manfaat dan manfaat tersebut akan kembali pada pelakunya. Puasa merupakan pilar yang sangat penting dalam beragama. Ia merupakan perintah yang masuk dalam rukun Islam.  Maka apabila saudara mau memulai untuk mengkaji dan merenungkan hal ihwal syari’at berpuasa, tentu saudara tercengang sebab banyaknya hikmah yang tersimpan yang akan kembali pada kita. Puasa adalah pintu ibadah yang bernilai setengah dari kesabaran (al-Ghazali, Ihya Ulum ad-Din, Juz I, h. 231). Sementara kesabaran merupakan kunci untuk mendapatkan kekuatan yang berlipat ganda (QS. 8: 55 – 66)
Kehidupan dunia ini adalah sebuah permainan yang endingnya adalah kematian. Siapa yang mau memenangkan permainan dunia maka ia harus beriman dan bertakwa (QS. 47:36). Beriman artinya ia mempunyai visi yang jauh dan benar. Ia dapat melihat hakekat kebenaran di balik setiap realita kehiduapan. Dan bertakwa artinya ia dapat mengejawantahkan hakekat kebenaran tersebut menjadi missi kehidupannya, yakni menegakkan syai’at Islam dengan menjalankan semua yang diperintahkan dan menjahui semua yang dilarang.
Dalam sebuah permainan, pemain harus mengetahui kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan. Begitu juga dalam kehidupan dunia ini, kita sebagai pemain harus mengetahui apa saja harus dikerjakan dan mengetahui apa saja yang harus ditinggalkan. Kita harus terus maju berbuat sesuatu yang bermanfaat, dan di sisi lain harus dapat menahan diri dari hal-hal yang akan mendatangkan madharat.
Puasa hakekatnya adalah pendidikan dan latihan untuk dapat mengatur diri supaya bisa menahan diri kita dari perbuatan-perbuatan yang tidak berguna dan dapat mencelakakan. Al-Ghazali dalam kitabnya Bidayah al-Hidayah menegaskan bahwa kesempurnaan puasa adalah dengan menahan semua anggota badan dari hal-hal yang dibenci Allah Swt. Demikian jika kita tidak mau mendapatkan nilai puasa yang hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga. Beberapa anggota badan kita yang diperintahkan untuk bisa dijaga dari perbuatan-perbuatan yang dibenci oleh Allah Swt. adalah sebagai berikut:
1.        Lisan, diperintahkan untuk dapat menahan diri dari uacapan-ucapan yang tidak dapat memberikan manfaat bagimu apalagi yang dapat merusak pahala puasa, yakni; bohong, ghibah, namimah dan sumpah palsu.
2.        Telinga, diperintahkan untuk dapat menahan diri dari mendengarkan apa-apa yang dilarang oleh Allah Swt. Karena orang yang mendengarkan itu sama dengan yang berkata-kata yaksi satu diantara dua orang yang melakukan perbuatan ghibah.
3.        Mata, diperintahkan untuk tidak melihat sesuatu yang menimbulkan keinginan-keinginan buruk.
4.        Begitu juga yang lain-lainnya, seperti perut,  kemaluan, tangan dan kaki ditahan supaya dapat meninggalkan perbuatan maksiat.
Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw. dinyatkan bahwa “Puasa merupakan perisai, sebab itu apabila ada diantara kalian yang berpuasa, maka tidak boleh berkata-kata jorok, berbuat fasik dan berlaku bodoh. Bila ada yang mengajak berantam atau bertengkar mulut, maka katakan bahwa saya adalah orang yang berpuasa” (Muttafaq alaih)
Selanjutnya Al-Ghazali yang dikenal sebagai Hujjah al-Islam menegaskan dalam kitabnya Ihya Ulumuddin (Juz I, hlm. 234) bahwa nilai atau kualitas puasa seseorang itu dapat dikategorikan dalam tiga tingkatan:
1.        Puasa umum, yakni puasa yang hanya dapat menahan diri untuk tidak menuruti keinginan-keinginan yang  berurusan dengan perut dan kemaluan.
2.        Puasa khusus, yakni puasa yang dapat menahan pendengan, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan anggota-anggota tubuh lainnya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah dan Rasulnya.
3.        Puasa khusus al-khusus, yakni puasa hati dan pikiran. Hati orang yang berpuasa dalam derajat ini dapat melupakan dunia, dan meninggalkan pikiran-pikiran yang bersifat duniawi. Hal dunia yang masih difikirkan adalah dunia yang dapat memberikan manfaat untuk menegakkan agamanya, karena yang demikian itu merupakan bagian dari bekal atau investasi akhirat.
Apabila kita teliti terus lalu kita fahami secara mendalam dalam sudut pandang keberhasilan manusia untuk memperoleh hakekat kebahagiaan, maka puasa merupakan strategi dan cara bertahan yang luar biasa dalam melangsungkan usaha dan permainan dari berbagai sergapan dan ancaman musuh. Dalam berbagai permainan strategi bertahan  sangat diperlukan, sebab bagaimanapun kita pandai melakukan aksi penyerangan tanpa adanya pertahanan yang kokoh ujungnya bisa jadi kalah. Berbuat yang bermanfaat dan menahan diri dari hal yang mencelakakan keduanya sangat diperlukan dalam mencapai sukses dunia dan akhirat (QS. 3: 104)

Status Ust. Elang Bahruddin Januari - Juni 2013



MANGGUT-MANGGUT
Di Majlis Ta'lim biasanya Jamaah Manggut2 dengarin ustadnya mengenai perkara-perkara yang dianggap hanya TRADISI dan bukan Syariah, namun di Masyarakat justru sebaliknya Ustadnya yang Manggut-manggut ngikutin apa yang menjadi TRADISI masyarakat. GImana donk? Lanjut aja bang, Ibarat orang minum, kalau ISInya ALKOHOL walau botolnya bermerek AIR MINUM MINERAL, jangan diminum HARAM (5:90). Tapi meskipun capnya minuman keras tapi kalau Isinya air putih biasa ya MINUM saja. Artinya menghukumi sesuatu perlu ketelitian dan Ilmu, bukan nafsu, apalagi tidak ada dasar wahyu. Silahkan manggut-manggut tapi berhikmah dalam mengajak manusia ke jalan Allah (16:125).
SUARA HANTU
Dalam prinsip demokrasi SUARA rakyat adalah SUARA TUHAN, tapi apa betul sebaliknya Sura Tuhan berarti suara Rakyat? Ternyata Suara Rakyat adalah Suara KEPENTINGAN (Interesting Group), karena para Elit yang dianggap tidak penting lagi oleh penguasa kini Lompaat segra berada dibalik “Rakyat”. Kata Gusdur (alm) rakyat yang mana, kata Khilafah inilah akibat tidak mendengar Suara Tuhan dalam bernegara. ULAMA bagaimana? Mereka No Comment, karena itu URUSAN DUNIA, “atur aja”, kata mereka. Lain lagi dengan Habib Pentolan FPI, Ust Rizk, NKRI katanya final tapi harus BERSYARIAH, jadi NKRI Bersyariah. Jadi GIMANA donk?.
Agama, Politik, Sosial, Budaya , Ekonomi semuanya bisa menjadi sumber kekuatan Bangsa jika diatur oleh SUARA TUHAN, tapi bisa jadi potensi konflik terus menerus jika diatur oleh suara HANTU. “Allah akan mengadili diantara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya” (22:70). QM EB
NYONYA LONG
HUTANG tetap HUTANG, baik ada AKAD atau "meminjam" yg tak dikembalikan, atau tidak MENYETOR Kewajiban. Meskipun dengan lamanya waktu menjadi seolah-olah "selesai" urusan, namun itu tidak menyelesaikan. Biarkan ia tenggelam dalam berbagai ALASAN yang sebenarnya itu "bungkus" KESERAKAHAN. Benarlah akibat jauh dari quran maka Tuhan kirim Syetan yang menganggap keburukan sebagai kebaikan. (43:36-37)
NGAJIMAT (Ngaji sampai Mati)

Santri yang sudah Lulus Sekolah dan hendak Kuliah atau mengadu nasib diibu kota, biasanya suka cari ‘bekal’ ke pak yainya, ada yang minta “AMALAN”, ada yang minta cukup doa saja dan ada juga yang minta “ilmu Penjaga Diri” , agar bisa atasi kesulitan-kesulitan. Apa yang dicari itu sebenarnya adalah SULTHANAN NASHIIRA atau semacam kekuatan yang bisa menolong. Tradisi ini sudah dan akan terus ada di masyarakat. Salahkah Mereka?. Bisa jadi ada yang bilang itu MUSIK, eh maaf MUSYRIK karena dianggap percaya pada selain Allah. Ada lagi yang komentar itulah Islam Sinkretis, gak bener itu, itu Bid’ah yang harus diberantas. Kata mang Ujang : “ah se bodo teing, yang penting mah sukses”. Tapi kata si Azam yang Lulusan Timur Tengah dan bergelar LC langsung berseloroh : “ Semuanya gak benar, kalau toh itu kebaikan tentu para sahabat telah lebih dulu melakukan, kembalikan ke As-Sunnah”. JADI Gimana donk? Ya kembalikan pada Kitab yang Kebenarannya pasti yaitu Alquran.
Manusia itu lemah, ia baru kuat jika selalu berhubungan dengan yang Maha Kuat, caranya dirikan Shalat, laksanakan Tahajud sebagai ibadah tambahan, lalu doa Solusi dan kekuatan yang Menolong. (17:78-80)
Akan selalu ada yg memanfaatkan ISU. Alasan BBM naik menurut pemerintah u rakyat juga, dan alasan PENOLAK BBM jug pro rakyat. Jadi ya wis kepribe enake bae. Yg penting Tegak kan Ibadah, Riski pasti terjamin (20:132)
MALU DENGAN USIA
Perdetiknya fisik manusia terus bergerak menuju ketuaan (22:5), peremajaan sel hanya hiburan sesaat bagi para pemuja dunia (57:20). Demikian pula secara psikis, Jiwa terus mengalami penyempurnaan (91:7), bagi jiwa yang tidak pernah terdidik agama mengalami PELAMBATAN kesadaran sehingga mempengaruhi prilaku yang abnormal. TUA tapi tidak merasa tua bahkan usia sudah maghrib namun “penampakan” seperti anak yang memasuki dunia remaja. Jadi gimana donk? Ambil kaca LIHAT seperti apa saat ini kita, dan DENGAR seperti apa komentar masyarakat atas diri kita. Yang terbaik tentu ikuti apa yang menjadi KEHENDAK Allah (39:18). Qur’an is the best. QM
Seorang Imam ditanya : " pk Imam jelaskan pd ku apa itu IKHLAS?" Sang Imam menjawab dg pertanyaan : "Apakaha anda Tahajud?". Rupanya ikhlas itu tak harus didefinisikan. Ya wis lakonana bae. Ikhlas itu Perintah ( 98:5)
SABAR itu AKTIF TERKENDALI
yang aktif itu NAFSU yang jadi kendalinya baru WAHYU, maka itu sabar yang benar. Artinya lebih memilih perintah wahyu daripada menuruti hawa nafsu itu SABAR. kalau ada cewe digodain terus bilang : "biar aja deh gue mah sabar diapain juga", itu bukan SABAR tapi Kurang Ajar. Allah suka pada yang Sabar (3:146)
IKHLAS itu NO COMMENT
Kesulitan menghukumi diri atau seseorang itu Ikhlas atau tidak Ikhklas maka langkah terbaik adalah MEMBIARKAN berbuat sesuai keinginannya, toh Allah mengetahui apa yang dibisik-bisikkan dalam hati manusia (50:16) dan Malaikat siap menuliskan apa yang terucap (50:18). Ucapan "saya Ikhlas" belum tentu Ikhlas, dan ucapan "saya tidak Ikhlas" bisa jadi awalnya tidak ikhlas tapi akhirnya Ikhlas. Jadi gimana dong, ya gitulah IKHLAS itu NO COMMENT. QM
OBATI "KUMAN" dg QUR'AN.
Ujung dari PERCAYA DIRI adalah TOGHO (melampaui batas) sampai kepada sikap ISTIGHNA (merasa tidak ibutuh Tuhan). Kesuksesan yang didapat merasa tidak ada hubungannya dg Tuhan (28:78). Sedangkan akhir dari TIDAK PERCAYA DIRI adalah rendah diri dan PUTUS ASA (12:87). Keduanya akibat KUMAN (kurang Iman) QMEB
PERCAYA DIRI dan INSYA ALLAH
Seyakin-yakinnya anda karena semua persiapan dan “kepastian” berhasil didepan mata, maka Jika anda Muslim tetaplah yang terbaik adalah mengucapkan INSYA ALLAH, jika Allah menghendaki ( 18:23-24, 68:17-20), karena KEGAGALAN ternyata berada dibalik KEPERCAYAAN DIRI (PD) yang berlebihan. Tim Nas kita selalu menyanyikan : “Garuda di dadaku, Indonesia Pasti menang”, kita lihat MENANGKAH?. Calon Pejabat berkata : “99% pasti dapat jabatan dan yg 1 % adalah Allah”, dapatkah jabatannya ternyata TIDAK. Seorang direktur Haji memastikan jamaahnya 99% berangkat, dan 1 % ketentuan Allah, ternyata GATOT alias gagal total. Yang penting jangan memanipulisir kata Inya Allah untuk menutupi sebuah KECULASAN, kalau demikian adanya maka KEMUNAFIKAN telah menyatu dalam diri anda. Akibatnya Tuhan masukan golongan ini kedalam Darkil Asfal (4:145). QM
Menghabiskan KESENANGAN sebelum Nikah, bisa berakibat hilanganya KEBAHAGIAAN setelahnya. Syetan akan hadir dalam dua wajah, Jika kepada pasangan yg belum nikah ia berkata : "berbuatlah karena sekarang atau nanti sama akan jadi milikmu juga". Kepaa yg sudah nikah ia pun berkata : "Berpisahlah karena ia tidak cocok untukmu". Allahu akbar. (22:52)
Kalau ingat masa lalu rasanya ingin kembali, dan kalau melihat masa depan rasanya ingin berlari, tapi kalau kita sadari bhwa kita hidup dihari ini, ya sudah Jalani. (59:18)
DISETIAP PROFESI ADA NASIB.

Perhatikanlah bahwa di setiap pekerjaan menjalani kehidupan ini, dan profesi apapun anda INGAT disitu ada sesuatu yang tidak bisa ditiru walaupun bisa dipelajari dan dianalisa yaitu NASIB. Sama-sama tukang bubur tetapi ada yang bisa brangkat haji ada yang tidak bisa, sama-sama pedagang dan sama-sama dilokasi yang baik tetapi yang satu banyak pelanggan tetapi ada juga yang sepi. Sama-sama pemain bisnis tapi ada yang berhasil ada juga yang tidak. JADI!, STOP selalu memperbadingkan diri anda dengan orang lain, perbandingan lebih banyak mengundang rasa TIDAK BERSYUKUR dibanding termotivasi untuk memperbaiki kualitas hidup. LALU!, yang terbaik adalah anda Jalani kehidupan anda sesuai yang saat ini terjadi, mohon kebaikan dari setiap pekerjaan yang dilakukan, Insya Allah. Jauhi hal-hal yang memang sebuah larangan. Yang patut diperlombakan adalah KEBAJIKAN, berlombalah dalam kebaikan (2:148). Anda KAYA bukan otomatis anda ketiban nasib baik, Anda Miskin juga bukan pasti bahwa nasib anda buruk. Kaya dan Miskin adalah pemberian dan ujian (89:15-20).
TUHAN telah mentakdirkan PERBEDAAN bukan KESAAMAAN demi untuk sebuah dinamika kehidupan. Jadi trimalah apapun yang diberikan Tuhan dengan SABAR, SYUKUR dan IKHLAS. Kata-kata ini terlihat sederhana namun sesungguhnya DAHSYAT. Dapatkan itu di QM (Quranic Motivation).
INSOMANIA. Insomania atau sulit tidur pernah dialami oleh pasukan Islam yang kalah dalam perang UHUD. Mereka yang MUNAFIQ tidak bisa tidur karena tidak menerima taqdir kekalahan perang bahkan cenderung menyalahkan Rasulullah yang dianggap tidak mendengar strategi usulannya. Mereka tersiksa sendiri gak bisa tidur, padahal yang lainnya bisa tidur pulas karena IKHLAS menerima taqdir (3:154). Jangan-jangan INSOMANIA bisa timbul akibat sifat kemunafikan yang kian menumpuk dalam diri. OK
ADA konon Nasihat (alm) Gusdur : “kalau masuk politik jangan IKHLAS karena pasti anda KECEWA, tapi jika masuk lembaga SOSIAL maka IKHLASHlah, krn kalau tidak, maka anda akan KECEWA. Lalu apa itu ikhlash, menurut (alm) KH.Zaenudin MZ ikhlas itu seperti buang air besar dipagi hari, tak mau kita mikirin lagi. Menururut An-Nahl : 66 ikhlas itu murni seperti AIR SUSU yang tidak tercampur kotoran padahal letaknya diantara tahi dan darah. Seorang Dosen mengatakan Ikhlas itu sesuai hukum alam, ada kerja ya ada bayaran alias ada cost ya harus ada reward. Kang JALAL yang katanya SYIAH pernah nulis yang namanya ikhlas ya OLEH, KARENA dan UNTUK ALLAH. Apapun pendapatnya IKHLASH adalah MOTIVASI terdahsyat untuk KESUKSESAN. QM.
Allah berpesan : “….jangan kamu mati kecuali menjadi seorang MUSLIM” (3:102). Pesan ini sungguh dahsyat, soalnya Jangan mati…, padahal mati urusan Allah, ia datang kapan saja dan bisa tiba-tiba, sehat atau sakit, perokok bukan perokok, muslim atau bukan muslim, kalau jemputan datang, kita tidak bisa menolaknya (63:10-11). Berarti jangan main-main dengan kematian, karena ada alam sesuadah itu sebagai alam pertanggungjawaban. Anda mencuri, anda menipu dan anda makan dengan jalan mafia berarti anda telah pesan tiket untuk masuk neraka, jika anda tidak sempat taubat. Kesalahan pada Allah tinggal minta ampun tetapi kesalahan dan kezaliman pada manusia mesti mengembalikan hak-haknya. Balasan kejahatan akan kembali kepada pelakunya (17:7). Cuplikan..
Seorang Siswa mendapat Beasiswa gara-gara berhasil menggagalkan PEMERKOSAAN di daerah Bogor. Diakui oleh pemerkosa, hal itu terjadi gara-gara KEBELET "KENCING" akibat sering nonton Porno. heh-heh-heh..Kebeletnya si Miskin ujungnya PEMERKOSAAN, tetapi Kebeletnya ORANG KAYA atau PEJABAT, eh ujungnya rupanya "PEMBERDAYAAN" dan "PEMELIHARAAN" dan banyak yang siap menjadi "WC" UMUM, soalnya bayarnya JUTAAN broo. (17:32)
Ada yg bertanya : apa hukumnya sedekah pada kekasih?. Ada yg jawab oke2 saja kan itu bagian dari kebajikan. Yg lain berkata : "itu sia-sia, karena tak berpahala". Yg lain lg berkomentar itu sebuah langkah CERDAS (Fathanah) untuk mendapatkan BIDADARI. Jadi ? Yg benar adalah infaq pada yg berhak (2:215). Ok
NBA. Nikah Beda Agama disamping tak patut dilakukan (2:221) juga rentan perseteruan dan bisa lebih baik jika berhenti tengah jalan dari pada mempertahankan (60:10). Tapi yg lebih bertanggung jawab adalah mereka yg mau menikahkan dg alasan ahlul kitab (5:5) yg tidak pernah ditemukan karena ternya ahlul musrikah (5:72-73). Raih SMR melalui nikah seagama.
EYANG SUBUR diduga ngajarkan Aliran Sesat. Bisa tidak bisa kemungkinan besar Ya. Aliran yang tidak bisa dihukumi sesat cuma dua aliran LISTRIK dan aliran AIR. Keduanya kebutuhan yang tidak terhindarkan. Waqul Jaal Haq wajahaqol bathil (17:81). Jika datang KEBNARAN yang Bathil akan LENYAP. Didepan Hukim Indonesia SESAT dan Tidak sesat bisa diatur sesuai pasword. RUPIAH bisa menjadikan mata MEMANDANG tetapi tidak bisa MELHAT, persis BERHALA.
BID'AH. Keahlian nmpk dr yang dismpaikn. Ahli jiwa sering bicara soal mental, Dokter tntunya soal kesehatan, AHLI BID'AH tentu gampang menCAP Bid'ah. Yusuf Qardawi dan Syatibi sendiri yang menolak adanya pembagian bid'ah, justru menganjrkan agar tidak mudah menamakan suatu perkara itu Bid'ah, jika ada petunjuknya WELCOME tanpa harus menamakan Bid'ah Hasanah. Ketiadaan Ilmu memang menyebakan KAKU dalam AGAMA.
AQIDAH ASMARA. Meskipun sudah saling suka tapi waspada dg rasa saling MEMILIKI, karena hal itu pasti berakhir dg SAKIT HATI, bukan karena penghianatan tapi karena salah mengarahkan rasa, kalau kita tahu semua milikNya, maka Kita tidak pernah menjadi pemilik. Cukuplah menyayangi dan mencintai, itupun sekedarya aja (2:216). Tunggu saja DERITA PANJANGnya jika Allah dan RasulNya tidak lebih dicinta (9:24). EB.
Kajian Alquran : SHOLAT
Bintaro
Tipologi orang Shalat itu bermacam-macam, ada yang menjalankannya karena situasional (22:11), ada yang senda gurau (8:35), ada yang ogah-ogahan dan riya (4:142) ada juga yang shlat tetapi celaka karena tidak memperhatikan aspek sosial (107:1-7). Adapun shalat  yang dipandang benar dan berhasil adalah shalat yang khusyu. Arti  khusyu adalah meyakini bahwa kita sedang menghadap Allah (2:45). Untuk mendapatkan shalat yang khusyu  maka seseorang  mesti meninggalkan hal yang sia-sia, keluarkan zakat, jaga kehormatan diri, jaga amanah dan janji (23:1-6). Saking pentingnya shalat maka kita diperintah Allah untuk menjaganya  yang lima waktu terlebih adalah shalat wustha yaitu shalat ashar (2:238). Bagi yang bepergian (musafir) maka ada keringanan khusus dalam hal shalat yaitu mengqashar atau meringkas yang 4 rakaat menjuadi 2 rokat. Hal ini bisa dilakukan jika telah menmpuh jara 3 mil atau 1 farsah atau seukuran 5 km. Shalat juga bisa dilakukan sambil berjalan dan berkendaraan jiika situasinya sangat menghawatirkan (2:239)
KORUN keluar dengan "Tuxuci" kebanggaannya, sebagian berdecak kagum : "ck-ck-ck hebat coba aku seperti dia", namun sebagian lain yg faham menyayangkan : "celaka, bukan seperti itu kesuksesan ". karena gak sanggup "mengendarai" kebanggaannya Korunpun terpeleset bahkan Terbenam. (Tadabur 28:78-82). Jaga kemuliaan diri dengan kendaraan iman, sabar dan rendah hati (25:63) EB

MALU DENGAN USIA

Perdetiknya fisik manusia terus bergerak menuju ketuaan (22:5), peremajaan sel hanya hiburan sesaat bagi para pemuja dunia (57:20). Demikian pula secara psikis, Jiwa terus mengalami penyempurnaan (91:7), bagi jiwa yang tidak pernah terdidik agama mengalami PELAMBATAN kesadaran sehingga mempengaruhi prilaku yang abnormal. TUA tapi tidak merasa tua bahkan usia sudah maghrib namun “penampakan” seperti anak yang memasuki dunia remaja. Jadi gimana donk? Ambil kaca LIHAT seperti apa saat ini kita, dan DENGAR seperti apa komentar masyarakat atas diri kita. Yang terbaik tentu ikuti apa yang menjadi KEHENDAK Allah (39:18). Qur’an is the best. QM

SUARA HANTU

SUARA HANTU
Dalam prinsip demokrasi SUARA rakyat adalah SUARA TUHAN, tapi apa betul sebaliknya Sura Tuhan berarti suara Rakyat? Ternyata Suara Rakyat adalah Suara KEPENTINGAN (Interesting Group), karena para Elit yang dianggap tidak penting lagi oleh penguasa kini Lompaat segra berada dibalik “Rakyat”. Kata Gusdur (alm) rakyat yang mana, kata Khilafah inilah akibat tidak mendengar Suara Tuhan dalam bernegara. ULAMA bagaimana? Mereka No Comment, karena itu URUSAN DUNIA, “atur aja”, kata mereka. Lain lagi dengan Habib Pentolan FPI, Ust Rizk, NKRI katanya final tapi harus BERSYARIAH, jadi NKRI Bersyariah. Jadi GIMANA donk?.
Agama, Politik, Sosial, Budaya , Ekonomi semuanya bisa menjadi sumber kekuatan Bangsa jika diatur oleh SUARA TUHAN, tapi bisa jadi potensi konflik terus menerus jika diatur oleh suara HANTU. “Allah akan mengadili diantara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya” (22:70). QM EB

Selasa, 18 Juni 2013

NGAJIMAT

NGAJIMAT (Ngaji sampai Mati)
Santri yang sudah Lulus Sekolah dan hendak Kuliah atau mengadu nasib diibu kota, biasanya suka cari ‘bekal’ ke pak yainya, ada yang minta “AMALAN”, ada yang minta cukup doa saja dan ada juga yang minta “ilmu Penjaga Diri” , agar bisa atasi kesulitan-kesulitan. Apa yang dicari itu sebenarnya adalah SULTHANAN NASHIIRA atau semacam kekuatan yang bisa menolong. Tradisi ini sudah dan akan terus ada di masyarakat. Salahkah Mereka?. Bisa jadi ada yang bilang itu MUSIK, eh maaf MUSYRIK karena dianggap percaya pada selain Allah. Ada lagi yang komentar itulah Islam Sinkretis, gak bener itu, itu Bid’ah yang harus diberantas. Kata mang Ujang : “ah se bodo teing, yang penting mah sukses”. Tapi kata si Azam yang Lulusan Timur Tengah dan bergelar LC langsung berseloroh : “ Semuanya gak benar, kalau toh itu kebaikan tentu para sahabat telah lebih dulu melakukan, kembalikan ke As-Sunnah”. JADI Gimana donk? Ya kembalikan pada Kitab yang Kebenarannya pasti yaitu Alquran.
Manusia itu lemah, ia baru kuat jika selalu berhubungan dengan yang Maha Kuat, caranya dirikan Shalat, laksanakan Tahajud sebagai ibadah tambahan, lalu doa Solusi dan kekuatan yang Menolong. (17:78-80)

SULTHANAN NASHIRA (Kekuasaan yang Menolong Buah Investasi Spritual)



SULTHANAN NASHIRA
(Kekuasaan yang Menolong Buah Investasi Spritual)

Dan Katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong (QS. Al-Isra’/17: 80).

Al-Qur’an menyebut kata sulthan dengan berulang-ulang pada surat dan ayat yang berbeda-beda dengan redaksi dan isyarat makna yang berbeda-beda pula. Rahib Al-Ashfahani dalam kitabnya Mufradat li Alfazh al-Qur’an menjelaskan bahwa kata tersebut secara umum mempunyai dua makna, yakni: pertama kekuasaan, seperti yang terdapat dalam Surat an-Nahl/16: 99 dan 100, al-Isra’/17: 33 dan 80,  al-Qashash/28: 35 dan ar-Rahman/55: 33. Kedua bermakna hujjah suatu alasan atau bukti mengenai kebenaran, seperti yang terdapat dalam Surat Ali Imran/3:  151,  an-Nisa/4:  91, 144,dan 153, al-An’am/6:  81, al-‘Araaf/7:  33, al-Hajj/22: 71 dan ar-Rum/30: 35.

Tulisan ini akan mengupas sedikit terminologi sulthan yang pertama, yakni sulthan yang berarti kekuasaan seperti ayat yang dicantumkan di awal penulisan ini. Untuk lebih memudahkan kajian ini, mari kita fokuskan pikiran pada dua pertanyaan berikut. Pertama,  kekuasaan apa yang akan kita cari? Kedua,  bagaimana cara memperolehnya?

Hakekat Kekuasaan yang Menolong

Secara sederhana apabila kita merefleksikan kekuasaan, maka kita akan temukan kekuasaan yang menolong (sulthanan nashira), yang berarti lawannya adalah kekuasaan yang mencelakakan.  Selanjutnya jika kita tidak mempunyai petunjuk-petunjuk yang benar, maka kita tidak akan dapat membedakan kedua kekuasaan tersebut. Dengan demikian bisa jadi kita salah mencari dan memilih kekuasaan itu. Karena itu banyak orang yang katanya memilih kekuasaan yang menolong tapi ternyata justru kekuasaan yang dicari dan dipilihnya itu mencelakakan dirinya sendiri.

Seperti segolongan umat manusia yang bersekutu dengan iblis dan kejahatan. Mereka mencari kekuasaan dengan meminta perlindungan kepada segolongan jin, lalu dengan kekuasaan tersebut mereka dijerumuskan untuk melakukan perbuatan dosa dan kesalahan (QS. 72:6). Dan akhirnya mereka hancur, tidak berdaya, tidak ada yang bisa menyelamatkannya sebab perbuatan dosa dan kesalahan yang mereka lakukan  (QS. 40: 31).
 
Kekuasaan yang menolong  secara hakiki adalah kekuasaan atau kekuatan yang datangnya dari sisi Allah Swt., bukan sesuatu yang berupa fata morgana (bayang-bayang) yakni hal yang tidak sebenarnya (QS. 17: 80).  Kekuasaan yang menolong adalah kekuasaan yang diperoleh dengan cara yang benar dan digunakan juga di jalan yang benar. Kekuasaan tersebut dapat menjaga diri penyandangnya dari kejahatan-kejahatan musuh, menahan diri dari perbuatan-perbuatan dosa dan juga dapat mendorongnya untuk mengamalkan perbuatan yang benar dan lebih baik lagi.  

Usaha Mendapatkan Kekuasaan yang Menolong

Manusia diperintahkan untuk berikhtiar yakni berusaha memilih pilihan diantara opsi-opsi pilihan yang sudah disediakan oleh Allah Swt.  Begitu juga kita diperintahkan  untuk melilih kekuasaan-kekuasaan yang ada yang sudah disediakan oleh Allah, yakni kekuasaan yang menolong atau kekuasaan yang mencelakakan.  Tentunya secara fitrah dipastikan manusia akan memilih kekuasaan yang menolong, karena pada dasarnya semua manusia ingin mencapai kebahagiaan dan ketenangan hidup, baik hidup di dunia maupun kelak hidup di akhirat. Namun demikian realitanya mereka banyak yang salah memilih kekuasaan dan seterusnya menyalahgunakannya sehingga kekuasaan tersebut justru mencelakakan dirinya sendiri.

Ketetapan Allah Swt. tentang kekuasaan sudah jelas dan tidak akan berubah. Kekuasaan yang benar yang dapat menolong itu adalah milik Allah Swt.  dan akan diberikan kepada hamba-hambanya yang pantas untuk memikulnya. Kepantasan untuk dapat memikul kekuasaan Allah Swt. tersebut, sunnatullahnya diberikan kepada mereka yang banyak melakukan isvestasi spiritual dengan cara menjalankan perintah-perintah Allah dan menjahui larangan-larangan-Nya secara total. Hal ini seperti yang digambarkan pertolongan Allah kepada kaum Muhajirin dan Anshar di Madinah dari orang-orang kafir (QS. 59: 2 – 9).

Selanjutnya dalam teks hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah menjelaskan sebagai berikut:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - :« إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِى وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ - رواه البخاري

Dari Abu Hurairah Ra. Bersabda; Rasulullah Saw. bersabda; Sesungguhnya Allah Swt. berfirman;  Siapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka sesungguhnya Aku telah mengumumkan genderang perang padanya.  Dan  tidak ada sesuatu yang bisa menjadikan hamba-Ku dekat kepada-Ku  yang lebih Aku cintai ketimbang sesuatu yang sudah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan diri kepada-Ku  dengan cara menjalankan ibadah-ibadah tambahan (sunnah) sehingga Aku mencintainya.  Maka apabila Aku telah mencintainya, jadilah Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat,  tangannya yang dia gunakan untuk memukul, kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Dan jika dia meminta kepada-Ku sungguh Aku akan memberinya, jika ia meminta perlindungan kepada-Ku pastilah Aku akan melindunginya. (H. R. Bukhari).

Jelas bahwa kekuasaan yang menolong adalah karunia Allah Swt.  Siapa saja yang mendapatkannya pastilah ia adalah seorang hamba pilihan-Nya  yang sudah menjadi satu diantara wal-wali-Nya. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah bersedih dan tidak pernah pula khawatir dengan kehidupannya. Mereka beriman dan bertakwa kepada Allah (QS. 10: 62 – 63). Tidak pernah bersedih karena mereka tahu masa lalunya telah diisi dengan benar. Tidak pernah khawatir dengan masa depannya karena masa depannya sudah jelas dalam asuransi kebahagian yang hakiki yang diatur langsung oleh Pelindung dan Penjaminnya yakni Allah Swt.  Keyakinan mereka kuat dan terus istiqmah  menjalani kehidupannya dengan syariat yang benar (QS. 41: 30 32).